27 Pertanyaan Interview Bahasa Inggris Jawabannya

27 Pertanyaan Interview Bahasa Inggris & Jawabannya
5 Pertanyaan Tentang Dirimu dan Contoh Jawabannya

Please specify 3 of your strengths
Sebutkan 3 kelebihanmu
Lewat pertanyaan ini, perekrut ingin memastikan bahwa kualitas dirimu sesuai dengan apa yang mereka cari. Maka itu, cari tahu terlebih dahulu mengenai budaya kerja yang diterapkan dalam perusahaan tempat kamu melamar. Hindari jawaban-jawaban klise seperti ‘perfeksionis’.

Contoh:

“My strengths are that I am a team-participant, I’m wanting to study new issues, and have a great analytical thinking.”

“Kelebihan saya adalah saya merupakan seseorang yang mampu bekerja dalam tim, saya senang belajar hal baru, dan memiliki kemampuan analitis yang baik.”

Please specify three of your weaknesses
Sebutkan 3 kekuranganmu
Pertanyaan mengenai kelebihan umumnya diikuti pertanyaan mengenai kekurangan. Pertanyaan ini terkesan menjebak, tetapi tujuan sebenarnya adalah perekrut ingin melihat apakah kamu sebenarnya mengenali dirimu dan bagaimana kamu menangani kelemahan-kelemahanmu. Jawab pertanyaan ini dengan jujur tanpa dibuat-buat.

Contoh:

“My weaknesses are I usually lose focus after I am occupied with so many things. To overcome this, I came up with a to-do listing and time-management system that allows me to arrange all my duties. Another weak point I even have is that I even have excessive expectations of myself so sometimes it could possibly take me a long time to finish a project as I wish to make sure I did my best. The last one is that I can simply get bored.”

“Kekurangan saya adalah saya seringkali hilang fokus saat terlalu sibuk dengan banyak hal. Untuk mengatasi ini, saya membuat to-do record dan sistem manajemen waktu yang memungkinkan saya untuk mengatur semua tugas saya. Kelemahan lain yang saya miliki adalah saya punya ekspektasi yang tinggi terhadap diri saya sehingga terkadang saya butuh waktu lama untuk menyelesaikan suatu proyek karena saya ingin memastikan saya telah melakukan yang terbaik. Terakhir, saya mudah bosan.”

What do you love to do outdoors of labor?
Apa yang kamu suka lakukan di luar pekerjaanmu?
Pewawancara terkadang menanyakan aktivitasmu di luar pekerjaan seperti hobi atau ketertarikanmu untuk mengenalmu lebih dalam. Pertanyaan ini menjadi kesempatan untuk menonjolkan kepribadianmu. Walaupun pertanyaan yang terkesan lebih ‘ringan’. tetap jawab dengan profesional dan hati-hati dalam menjawab. Jangan sampai kamu memberikan kesan kamu akan menghabiskan waktumu mengerjakan hal lain di luar pekerjaanmu. Jangan juga hanya mendaftarkan hobi-hobi kamu.

Contoh:

“During my spare time, I take pleasure in watching movies. I assume movies offer us recent views to look at certain issues. Related to this interest, I also like to watch movie posters and create different posters for enjoyable. I’m actually concerned as soon as in a design staff for short movie again in college.”

“Di waktu luang, saya senang menonton movie. Menurut saya movie menawarkan perspektif baru dalam melihat isu-isu tertentu. Terkait hobi ini, saya juga suka mengobservasi poster movie dan membuat poster alternatif. Saya pernah terlibat sekali dalam tim desain untuk movie pendek saat di perguruan tinggi.”

What motivates you?
Apa yang memotivasi dirimu?
Perekrut ingin melihat seberapa termotivasi kamu untuk melakukan pekerjaanmu dan mengerjakannya dengan baik. Pikirkan apa yang membuatmu bersemangat di posisimu sebelumnya dan jelaskan apa yang membuatmu termotivasi dari posisi yang kamu lamar. Bisa juga dengan memberikan contoh pengalaman yang menunjukkan motivasimu.

Contoh:

“I actually have a strong need to learn new issues and develop my abilities so that I can implement them in my work and contribute extra to my team and the initiatives I work on. This is also what excites me about this position.”

“Saya memiliki keinginan yang kuat untuk belajar hal-hal yang baru dan mengembangkan kemampuan saya sehinga saya bisa mengimplementasikannya dalam pekerjaan saya dan berkontribusi lebih lagi untuk tim saya dan proyek-proyek yang saya kerjakan. Ini juga yang menjadi alasan mengapa saya tertarik dengan posisi ini.”

Where do you see your self 5 years from now?
Bagaimana kamu melihat dirimu dalam 5 tahun ke depan?
Jika mendapat pertanyaan ini, jawab dengan jujur dan spesifik mengenai objective masa depanmu. Jawaban seperti apa yang diharapkan perekrut? Pewawancara ingin melihat apakah kamu memiliki tujuan yang realistis, ambisi dan dorongan untuk mencapai aim tersebut, dan apakah posisi yang kamu lamar sesuai dengan tujuanmu.

Pikirkan bagaimana posisi yang kamu lamar bisa membawamu lebih dekat dengan tujuanmu. Bagaimana jika kamu belum benar-benar yakin dengan tujuan dan aspirasimu? Kamu bisa menyampaikan bahwa kamu melihat pengalaman ini bisa berperan penting dalam membantumu membuat keputusan tersebut.

Contoh:

“One of the rationale I’m enthusiastic about this function is because in 5 years, I wish to be seen as someone with experience in design and branding, especially within the industrial sector. I additionally see myself changing into a project chief and ultimately mentoring different employees.”

“Salah satu alasan saya tertarik dengan posisi ini adalah karena dalam 5 tahun, saya ingin menjadi seseorang yang memiliki keahlian di bidang desain dan branding, terutama di sektor komersial. Saya juga melihat diri saya menjadi seorang pemimpin proyek dan membimbing karyawan lain.”

6 Pertanyaan Kasus dan Contoh Jawabannya

How do you take care of pressure or annoying situations?
Bagaimana kamu mengatasi tekanan atau situasi yang membuat stres?
Lagi-lagi pertanyaan yang bisa dibilang “menjebak”. Jangan menghindari pertanyaan ini dengan mengatakan “Saya menjalaninya saja” atau “Saya biasanya tidak merasa stres”. Sebaliknya, bicarakan mengenai strategimu dalam menghadapi stres dan bagaimana kamu membicarakan tekanan yang kamu hadapi.

Contoh:

“I normally break down every project into small tasks and set a schedule for them so I know what needs to be accomplished. If the stress is caused by a colleague or my supervisor, I will try to talk about the problems with them and how we both could deal with the conditions.”

“Saya biasanya membagi tiap proyek menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan mengatur jadwal untuk mengerjakannya sehingga saya tahu apa-apa saja yang harus dilakukan. Jika tekanan tersebut disebabkan oleh rekan kerja atau atasan saya, saya akan mencoba membahas masalah tersebut dengan mereka dan bagaimana kita berdua bisa menanganinya.”

What sort of work surroundings do you search for?
Lingkungan kerja seperti apa yang kamu cari?
Perekrut ingin melihat apakah dirimu cocok untuk bekerja di perusahaan tersebut atau tidak.

Maka itu, lakukan riset terlebih dahulu mengenai lingkungan dan budaya kerja di perusahaan tempat kamu melamar. Apakah lingkungan tersebut dinamis, fleksibel, konvensional, dan sebagainya. Kemudian jelaskan bagaimana dirimu bisa bekerja dalam lingkungan kerja yang demikian. Berikan jawaban positif dan tunjukkan antusiasmemu. Di akhir, kamu bahkan bisa balik bertanya mengenai seperti apa lingkungan kerja di tempat kamu melamar.

Contoh:

“I love to expertise and study new issues. I consider new surroundings will permit me to both develop my expertise or gain new abilities. I’m also confident that I can work well each individually and in a team. I am keen about my work and I actually like working with individuals who really feel the same means about theirs and committed in doing their roles.”

“Saya suka mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. Saya percaya lingkungan baru akan memungkinkan saya untuk mengembangkan kemampuan saya atau mendapatkan kemampuan baru. Saya juga percaya diri bahwa saya bissia bekerja baik secara individu maupun dalam tim. Saya semangat dalam bekerja dan saya suka bekerja dengan orang-orang yang memiliki perasaan yang sama tentang pekerjaan mereka dan memiliki komitmen dalam melakukan tugas masing-masing.”

How do you prioritize your work?
Bagaimana kamu memprioritaskan pekerjaanmu?
Pewawancara ingin tahu apakah kamu bisa mengatur waktumu dan membuat penilaian yang tepat. Jelaskan dengan jujur strategi atau metode yang umumnya kamu terapkan dalam melaksanakan tugas sehari-harimu, baik itu lewat buku catatan atau aplikasi produktivitas. Kamu juga bisa memberikan contoh nyata yang pernah kamu alami.

Contoh:

“I actually have a pocket book the place I write my to-do listing at the beginning of every workday. I list them from the very best priority to the bottom. This helps me maintain track of what I must do for the remainder of the day. As I know that priorities can change in some conditions, I be sure that my to-do record just isn’t overloaded with too many tasks so I can make some adjustments in case one thing happened.”

“Saya memiliki buku catatan dimana saya mencatat to-do list saya tiap awal hari kerja. Saya mengurutkannya dari yang paling penting hingga prioritas yang rendah. Ini membantu saya memantau apa saja yang perlu saya lakukan sepanjang hari itu. Karena saya paham bahwa prioritas dapat berubah dalam situasi tertentu, saya memastikan bahwa daftar saya tidak terlalu penuh sehingga saya bisa membuat beberapa penyesuaian jika perlu.”

Tell me about challenges or conflicts you’ve confronted at work and the way you handled it.
Ceritakan tentang tantangan atau konflik yang kamu hadapi di tempat kerja dan bagaimana kamu menanganinya.
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang harus kau siapkan jawabannya dengan matang. Ceritakan dengan jujur masalah yang pernah kamu hadapi tetapi bedakan dengan seperti kamu sedang curhat dengan teman. Jawab dengan tenang dan jujur bagaimana kamu menyelesaikan konflik tersebut. Perekrut biasanya ingin melihat kesiapanmu dan bagaimana caramu menangani masalah.

Contoh:

“In dealing with conflicts, especially with one other individual, I try to hearken to the opposite person and perceive their point of view. I try to make it like a dialogue and never be defensive. For instance, there was a colleague of mine in my old office who keeps lacking the deadline, which slows down our workflow. I tried to speak to her at first but she became very defensive. After work hour, I tried talking to her once more, this time I kept my calm and let her know that I understand that the deadlines could be overwhelming. Then, I ask her how I might help her to improve.”

“Dalam menghadapi konflik, terutama dengan orang lain, saya mencoba mendengarkan orang tersebut dan memahami sudut pandang mereka. Saya mencoba untuk membuatnya lebih seperti diskusi dan tidak menjadi defensif. Contohnya, ada seorang rekan kerja di tempat kerja lama saya yang terus melewati tenggat waktu sehingga memperlambat alur kerja kami. Awalnya saya coba berbicara dengannya tetapi ia menjadi begitu defensif. Setelah jam kerja, saya coba berbicara lagi dengannya, kali ini dengan tetap tenang dan menunjukkan bahwa saya mengerti bagaimana tenggat waktu bisa begitu membuat kewalahan. Kemudian, saya bertanya padanya bagaimana saya bisa membantunya bekerja dengan lebih baik.”

Tell me a few time you failed.
Ceritakan tentang waktu kamu mengalami kegagalan.
Mirip dengan pertanyaan di atas, perekrut ingin melihat bagaimana pendekatanmu dalam menghadapi kegagalan. Berikan contoh nyata dimana kamu bisa berterus terang. Jelaskan pula pengertianmu tentang kegagalan. Tunjukkan pula bahwa kamu belajar dari pengalaman tersebut.

Contoh:

“I once handled the design for a startup company’s marketing campaign project. I poured all my heart to the project and spent virtually a week planning the idea. However, once I introduced it to them, they didn’t like it. They really feel prefer it didn’t align with the message they wish to deliver. I was very upset because I thought I did an excellent job. This additionally implies that I had shorter time to complete my work. So, I scheduled a meeting with the shopper to debate about their wants and objectives. After getting a greater thought of what they need, I began working on the design and this time, the client was satisfied with the plan. Our staff shortly implemented the idea and delivered a pleasant outcome. From this, I learned that I should listen and attempt to totally understand my client level of views as a substitute of relying by myself assumption.”

“Saya pernah menangani desain untuk proyek kampanye suatu perusahaan startup. Saya mengerjakannya dengan sepenuh hati dan menghabiskan hampir 1 minggu merencanakan konsepnya. Namun, saat saya menyampaikannya kepada klien, mereka tidak menyukainya. Mereka merasa desain saya tidak sejalan dengan pesan yang ingin mereka sampaikan. Saya merasa kecewa karena saya pikir saya telah mengerjakannya dengan baik. Ini juga berarti saya punya waktu yang lebih singkat untuk menyelesaikannya. Jadi saya menjadwalkan pertemuan dengan klien tersebut untuk mendiskusikan untuk membahas kebutuhan dan tujuan mereka. Setelah mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang mereka inginkan, saya mulai kembali mengerjakan desainnya dan kali ini klien tersebut merasa puas dengan konsep yang saya buat. Tim kami kemudian segera mengimplementasikan konsep yang sudah disetujui dan memberikan hasil yang memuaskan. Dari sini, saya belajar untuk mendengarkan dan mencoba memahami sudut pandang klien alih-alih mengandalkan asumsi saya sendiri.”

What do you think we might do higher or in another way?
Menurutmu apa yang bisa kita lakukan lebih baik atau berbeda?
Pertanyaan ini bisa menjadi pisau bermata dua. Bagaimana caranya memberikan jawaban yang memukau tanpa terlihat seperti menjelek-jelekkan perusahaan tempatmu melamar? Pertama, respon dengan memberikan komentar positif tentang perusahaan atau salah satu produknya yang kamu tahu. Kemudian berikan masukan yang konstruktif disertai alasan atau perspektif atas masukanmu tersebut.

Contoh:

“As somebody who is keen to study and develop, I always try to think about what I can do and contribute for an organization. Your company clearly has a great reputation for being development-pushed, which is why I am interested on this place. With this progress in mind, I consider there’s all the time room for enchancment. I suppose this firm is superb at its offline advertising. However, I feel like the corporate could be better in developing its social media presence. As we each know, social media permits a more private connection with the viewers and it’s also the place most dialog occurs. So I think it’s really essential to have a digital presence, especially considering your goal customers are millennials. With my experience in handling a number of social media initiatives, I am confident in my capability to enhance your organization’s social media.”

“Sebagai seseorang yang ingin terus belajar dan berkembang, saya selalu berusaha memikirkan apa yang bisa saya lakukan dan kontribusikan untuk sebuah perusahaan. Perusahaan Anda jelas memiliki reputasi hebat sebagai perusahaan yang terdorong untuk terus berkembang, itulah yang membuat saya tertarik dengan posisi ini. Dengan keinginan tersebut, saya percaya selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik. Menurut saya perusahaan ini sangat bagus dalam melakukan pemasaran offline. Namun, saya merasa kehadiran media sosial perusahan bisa dikembangkan dengan lebih baik. Seperti yang kita tahu, media sosial memungkinkan hubungan dengan audiens yang lebih private dan sebagian besar percakapan juga terjadi di sana. Jadi menurut saya sangat penting untuk memiliki kehadiran digital, terutama mengingat target pelanggan Anda adalah generasi milenial. Dengan pengalaman saya menangani beberapa proyek media sosial, saya yakin dengan kemampuan saya untuk meningkatkan media sosial perusahaan Anda.”

Baca Juga :

6 Pertanyaan Lainnya

What should I know that’s not in your resume?

Apa yang harus saya tahu yang tidak ada dalam resumemu?

Jika perekrutmu menanyakan ini, bisa jadi ini menjadi suatu pertanda baik. Artinya, mereka sudah membaca resumemu dan sedang mempertimbangkan apakah kamu cocok atau tidak. Kamu bisa menceritakan sifat positifmu, atau element yang mengungkapkan tentang diri dan pengalamanmu.

What is your salary expectation?

Berapa ekspektasi gajimu?

PR nomor 1 kamu dalam menjawab pertanyaan ini adalah untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai gaji rata-rata untuk posisi yang kamu lamar. Kamu juga bisa cari rata-rata gaji yang ditawarkan perusahaan tersebut atau perusahaan lain di industri yang sama.

Di mana mencarinya? Kamu bisa mencari di web ataupun bertanya dengan teman-temanmu yang memiliki pengalaman bekerja di industri atau posisi yang serupa dengan yang kamu lamar. Kemudian, patok suatu vary berdasarkan pengalaman, pendidikan, dan kemampuanmu. Tunjukkan juga bahwa kamu terbuka untuk negosiasi. Ini menunjukkan bahwa kamu cukup menghargai kemampuanmu, tetapi cukup tertarik posisi tersebut untuk negosiasi.

Jika pertanyaan ini diajukan terlalu awal, kamu bisa menunda memberikan angka terlalu awal dan menanyakan lebih lanjut mengenai deskripsi pekerjaan yang kamu lamar terlebih dahulu.

What other companies are you interviewing with?

Apakah kamu juga melakukan wawancara di perusahaan lain?

Pencari kerja mungkin sering mendapatkan pertanyaan ini di akhir sesi wawancara. Perekrut mungkin ingin melihat seberapa serius kamu atau mereka ingin tahu siapa kompetisi yang mungkin mereka hadapi untuk mempekerjakanmu. Tidak perlu berbohong dan mengatakan kamu tidak melakukan proses wawancara di tempat lain.

Kamu bisa menunjukkan antusiasmemu untuk posisi yang kamu lamar, tapi kamu juga tentu ingin memberikan kesan kalau kamu juga sedang dipertimbangkan oleh perusahaan lain. Tentu jawabanmu harus jujur ya. Jika memang sedang ada proses di tempat lain, jawablah demikian disertai alasan mengapa kamu merasa tertarik dengan posisi dan perusahaan tersebut.

Jika kamu juga melakukan wawancara dengan kompetitor perusahaan tersebut, cukup jelaskan bahwa kamu juga sedang dalam proses rekrutmen di perusahaan lain pada industri yang sama.

What makes you unique?

Apa yang membuatmu unik?

Sama seperti pertanyaan lainnya, jawab dengan jujur tanpa dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Beri mereka alasan untuk memilihmu dibanding kandidat lainnya. Berikan jawaban yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Jika kamu masih bingung, kamu bisa bertanya kepada rekan kerja lamamu atau mengingat kembali masukan yang pernah kamu dapat. Fokus pada cukup 1 atau 2 hal saja dan sertakan bukti nyata dalam menjawabnya.

Why should we hire you?

Kenapa kita harus mempekerjakanmu?

Pertanyaan ini bisa begitu mengintimidasi, tetapi inilah kesempatanmu untuk ‘menjual’ dirimu! Buat jawabanmu agar mencakup three hal yaitu bahwa kamu tidak hanya melakukan pekerjaan tetapi selalu mencoba memberikan hasil yang terbaik, bahwa kamu akan cocok dengan tim dan lingkungan kerjanya, dan bahwa kamu bisa menjadi karyawan yang lebih baik dibanding kandidat lainnya.

Do you could have any question?

Apakah kamu punya pertanyaan lain?

Biasanya pertanyaan ini diajukan sebagai penutup sesi wawancara. Ini merupakan kesempatanmu untuk mencari tahu lebih lanjut apakah pekerjaan dan perusahaan ini cocok dengan dirimu. Apa yang ingin kamu cari tahu lebih lanjut tentang posisi atau perusahaan tersebut?

Kamu bisa menanyakan pertanyaan tentang perusahaan tersebut secara common seperti “How would my efficiency be reviewed?” (“Bagaimana performa kerja saya dinilai?”) atau menanyakan pendapat dari perekrut itu sendiri seperti “What do you want probably the most about working here?” (“Menurutmu apa yang paling menyenangkan saat bekerja di sini?”).

Nah, gimana nih Sobat Cakap? Setelah baca pertanyaan-pertanyaan di atas jadi makin siap gak? Yang pasti jangan malah bikin kamu makin takut dan terintimidasi ya. Jangan juga disalin mentah-mentah jawabannya. Intinya, jawab sejujur mungkin tetapi dengan strategi yang tepat. Tentunya tak lupa untuk terus melatih kemampuanmu dengan kursus bahasa Inggris di Cakap!

Baca Juga :