Apa itu B3 dan LB3 dan Cara Mengelolanya

Bahan berbahaya dan beracun adalah bahan yang sangat berbahaya karena sifat konsentrasinya dan jumlahnya,  baik secara langsung ataupun secara tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Limbah bahan bahaya dan beracun adalah sisa suatu usaha atau suatu kegiatan yang berbahaya karena mengandung bahan-bahan yang sangat berbahaya atau beracun karena sifat kosentrasinya atau jumlahnya, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup yang lainnya.

Dari kedua definisi tersebut kita sudah tahu bahwa benda-benda yang kita punya atau yang kita pakai itu bisa saja termasuk B3 atau LB3. Oleh karena itu kita harus apik dan cermat dalam mengelola barang yang kita punya dan kita pakai. Jika tidak cermat, maka benda-benda yang kita punya menjadi benda yang beracun akan menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar dan pada diri kita sendiri.

Oleh karena itu berikut adalah cara-cara yang baik dan benar untuk mengelola B3 dan limbah B3.

  1. Kita harus tahu bahwa barang-barang yang kita pakai dan apa saja yang dihasilkan oleh barang yang kita pakai itu untuk memastikan kita memperlakukannya dengan benar.
  2. Gunakan alat-alat atau pakaian untuk melindungi diri.
  3. Pasang identitas pada bahan-bahan tersebut untuk mencegah dan menghilangkan penyalahgunaan barang tersebut.
  4. Tempatkan lah dan simpanlah bahan atau limbah itu ke tempat yang aman dan seharusnya.
  5. Buang sisa atau kemasan bahan tersebut ke tempat yang seharusnya dengan aturan yang sesuai.
  6. Jangan pernah mencampuri bahan-bahan tersebut dengan benda-benda atau barang yang lain-lain secara serampangan atau sembarangan.
  7. Khusus untuk mengatasi atau mengelola limbah B3 ada beberapa hal tambahan yang harus kita perhatikan, yaitu :
  8. Limbah B3 yang dihasilkan atau dikelola itu harus dipegang oleh pihak yang sudah mendapatkan izin dari KLH.
  9. Melaporkan kinerja pengelolaan limbah B3 setau 3 bulan sekali kepada pihak yang ditunjuk oleh KLH.
  10. Melakukan penyimpanan limbah B3 maksimal 90 hari ke tempat yang seharusnya dan tempat yang sudah berijin.

Jika menurut menurut Gufron ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh kita masyarakat awam untuk menangani sampah B3 dengan baik dan benar di lingkungan sekitar salah satunya baterai alkaline.

  1. Mempelajari dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya sampah B3 bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.
  2. Memisahkan sampah B3 seperti baterai alkaline atau baterai bekas dirumah dengan meletakkan sampah tersebut ke dalam wadah yang terpisah dengan sampah-sampah lainnya.
  3. Kumpulkan semua bahan-bahan tersebut ke suatu tempat yang tertentu atau tempat yang sudah ditentukan. Misalnya di satu RW ada tempat yang dikhususkan untuk menyimpan sampah-sampah berbahaya.
  4. Saat pengelola sampah sudah datang sebaiknya pengelola itu juga sudah menyadari suatu hal bahwa sampah B3 itu tidak boleh di satukan dengan sampah-sampah yang lainnya. Dan harus di pisahkan secara khusus.
  5. Dan yang terakhir sampah B3 ini dikirimkan ke tempat pengelola sampah B3 yang sudah memenuhi standar dan sudah berijin.

Itulah cara-cara untuk mengatasi B3 dan limbah B3. Dengan melakukan penanganan ini kita sudah turut menyelamatkan diri dan lingkungan terhadap hal-hal yang dapat merusakkan lingkungan. Semoga artikel ini bermanfaat!