Mudah! Ini 6 Prosedur Klaim Asuransi Mobil Pasca Kecelakaan

Info tentang cara klaim asuransi mobil dapat Anda pahami dengan mempelajari https://duitpintar.com/bagaimana-cara-klaim-asuransi-mobil/. Apabila mobil Anda terkena lecet akibat kecelakaan, maka penting untuk melakukan klaim sesuai dengan prosedur yang ada. Bagaimana cara melakukan hal tersebut? Inilah step by step cara klaim asuransi mobil lecet sesuai dengan prosedur:

1. Memotret Kondisi Mobil Secara Menyeluruh

Pertama-tama, pastikan Anda memiliki dokumentasi yang ada tanda waktu di dalam foto tersebut, untuk memudahkan pengecekan kondisi mobil. Jangan lupa, ambil foto mobil di semua bagian terutama yang luar apabila kendaraan tersebut terkena lecet.

2. Meminta Surat Polisi

Langkah berikutnya Anda harus meminta surat keterangan dari polisi, terutama jika mobil tersebut lecet akibat terjadinya laka lantas. Jangan lupa meminta pula surat pertanggungjawaban pihak ketiga apabila memang kejadian tersebut melibatkan orang lain yang bertanggung jawab terhadap kondisi pasca kecelakaan.

3. Isi Formulir dengan Lengkap

Selanjutnya, Anda harus mengisi formulir dengan data yang lengkap, jangan sampai ada yang terlewat. Karena data tersebut nantinya akan dimasukkan keĀ  sistem pendataan dari perusahaan asuransi. Sehingga, kelengkapan data tentang informasi mobil ditambah dengan informasi hal yang menyebabkan mobil mengalami masalah seperti lecet atau lainnya dapat terekam.

4. Sertakan Dokumen Syarat Klaim

Tak hanya foto dan juga formulir, ada beberapa data juga yang harus dikirimkan sebagai penyerta dokumen syarat klaim. Dimana Anda harus mengetahui dan melengkapinya, supaya prosedur lebih cepat dan juga tidak berbelit.

Selain formulir yang sudah diisi data lengkap, salinan polis asuransi juga Anda butuhkan untuk melengkapi prosedur pengajuan klaim. Pastikan sudah selesai membaca poin demi poin yang dicantumkan pada setiap dokumen.

Data lain yang dibutuhkan yaitu fotokopi dari SIM A pengendara ketika kejadian berlangsung dan pastikan data tersebut masih berlaku. Jangan sampai SIM dalam keadaan mati atau habis masa berlakuknya. Begitu juga dengan STNK dari mobil yang akan diajukan klaim asuransinya.

Surat keterangan dari polisi juga dibutuhkan, karena ketika ada kejadian laka lantas, pasti ada pihak berwenang yang dilibatkan. Apabila kecelakaan yang menimpa mobil Anda itu melibatkan pihak ketiga, maka pastikan ada dokumen pertanggungjawaban dari pihak ketiga tersebut.

5. Ceritakan Kronologi ke Pihak Asuransi

Langkah selanjutnya yaitu menceritakan kronologi kepada pihak asuransi langsung, karena setiap detailnya harus cocok dan sesuai dengan foto maupun isian dari formulir serta surat polisi. Sehingga, dapat ditemukan bukti-bukti yang koheren dan saling bertaut satu sama lain.

Pastikan untuk mengingat detail kejadian, karena memang tidak mudah untuk mengingat semua cerita secara runtut, terutama apabila Anda sedang panik. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk merekam dan mendokumentasikan lebih banyak data apabila terjadi hal-hal seperti kecelakaan dan sebagainya.

Selain menceritakan kronologi, di tengah sesi wawancara akan ada pertanyaan yang diberikan pada Anda untuk menggali informasi. Pihak asuransi akan memastikan datanya benar-benar berhubungan dan tidak sampai salah.

6. Menghubungi Bengkel

Langkah terakhir yang dapat Anda lakukan adalah dengan menghubungi pihak bengkel yang nantinya akan mengkonfirmasi dan menganalisis jenis kerusakan. Ini nantinya akan berhubungan dengan data yang diberikan kepada pihak asuransi, apakah benar-benar bisa dicairkan klaimnya atau tidak.

Utamakan kejujuran dalam mengajukan klaim, supaya Anda tidak sampai mengalami masalah di kemudian hari. Tentunya, supaya klaim Anda bisa diterima dan tidak ditolak oleh pihak asuransi. Cek lagi infonya di http://duitpintar.com/cara-menghitung-biaya-balik-nama-mobil.