Pahami Beberapa Gejala Penyakit Tifus yang Dapat Menyerang Siapa Saja

Pahami Beberapa Gejala Penyakit Tifus yang Dapat Menyerang Siapa Saja

 

Tipes atau tifus merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jenis bakteri satu ini adalah Salmonella typhii. Selain merupakan penyebab utama penyakit tipes, bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi yang lebih buruk daripada tifus dengan menyerang pencernaan yang biasa disebut dengan penyakit Salmonesis. Penyakit tipes dapat dengan mudah menular apalagi dengan lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Penularannya sendiri diprediki lebih sering terjadi melalui makanan atau minuman. Hal ini dapat terjadi karena bakteri satu ini biasanya terdapat pada tinja. Apabila terdapat seseorang yang kurang menjaga kebersihan, maka bakteri bisa terselip pada sela-sela kukunya jika tidak mencuci tangan dengan bersih setelah melakukan buang air bersih. Apabila orang dengan bakteri di kukunya ini menyentuh makanan atau minuman, maka bakteri dapat berpindah ke makanan dan menginfeksi orang yang mengonsumsinya. Dalam hal ini, manusia bisa mencegah penularan melalui makanan dengan senantiasa menjaga kebersihan makanan dengan cara membersihkan tangan sebelum makan atau mencuci bahan makanan dengan bersih. Karena manusia juga dapat terinfeksi bakteri satu ini melalui sayur-sayuran yang ditanam menggunakan pupuk kotoran manusia yang terinfeksi. Selain melalui makanan, penyakit tipes juga dapat menular melalui toilet yang tidak terjaga kebersihannya. Disamping itu, kegiatan seks secata oral dengan orang yang terinfeksi bakteri Salmonella typhii dapat menjadikan seseorang terserang  penyakit tipes.

Penyakit tipes akan sangat berbahaya apabila tidak ditangani secara baik. Untuk itu, Anda perlu mengetahui beberapa gejala penyakit tipes agar dapat mendapatkan penanganan dengan baik sejak dini. Pada umumnya, gejala tifus akan mulai muncul setelah satu hingga tiga minggu setelah tubuh terinfeksi. Ciri-ciri paling utama dari penyakit ini adalah terjadinya demam yang sangat tinggi kepada penderita. Penderita dapat mengalami demam hingga suhu 39°C–40°C dan bisa akan lebih tinggi lagi. Gejala lain selain demam yang mungkin dirasakan oleh penderita penyakit tipes antara lain sakit kepala, sakit perut, hingga konstipasi. Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa tambah meburuk dalam beberapa minggu. Pengetahuan tentang gejala tipes yang baik sangat diperlukan agar bisa mendapat penanganan yang baik ketika merasa merasakan beberapa gejalanya. Karena penangan yang tidak baik atau terlambat bisa menjadikan terjadinya komplikasi hingga kematian. Komplikasi dapat terjadi ketika bakteri sudah menyerang pencernaan sehingga terjadi pecahnya sistem pencernaan pada usus sehingga menyebabkan pendarahan internal. Jika di situasi tertentu kejadian ini tidak ditangani dengan baik, maka hal ini bisa mengakibatkan kematian. Tingkat kematian atas penanganan yang kurang baik bisa memiliki rasio satu dari lima, sedangkan empat sisanya akan diperkirakan mengidap komplikasi. Itulah mengapa gejala penyakit tipes harus diketahui oleh banyak orang, salah satunya agar mendapat penanganan yang segera.

Penyakit tipes sendiri tidak harus langsung mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Penanganan penyakit satu ini disesuaikan dengan tingkat keparahannya, apabila di diagnosis masih mengalami stadiun tingkat awal, maka penderita bisa menjalani perawatan di rumah dengan mendapatkan antibiotik dari dokter selama satu hingga dua pekan. Sedangkan perawatan intensif di rumah sakit bisanya dilakukan oleh penderita yang berada dalam stadium lanjut atau pada penderita yang terlambat terdiagnosis jika menderita tipes. Untuk mencegah penyakit satu ini, pemerintahan Indonesia sudah mengambil langkah sejak dulu dengan mengadakan imunisasi vaksin tifoid terhadap anak-anak. Hal ini ditenggarai sebagai salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan.